Dari Nilai 83,50 hingga 0, Ini Hasil Monev 26 Desa Antikorupsi Klaten
Klaten, 27 Juli 2026 — Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten melalui Inspektur Pembantu Bidang Khusus melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Desa Antikorupsi Tahap I sepanjang bulan Juli 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengawasan sekaligus pembinaan dalam mendorong penerapan nilai-nilai antikorupsi dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Monev Tahap I dilaksanakan terhadap 26 Desa Antikorupsi di Kabupaten Klaten. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program Desa Antikorupsi telah berjalan serta mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat oleh masing-masing desa.
Berdasarkan hasil Monev Tahap I, Desa Kadilanggon, Kecamatan Wedi, memperoleh nilai tertinggi dengan capaian 83,50. Capaian tersebut menjadi gambaran atas upaya dan komitmen desa dalam memenuhi indikator-indikator Desa Antikorupsi yang menjadi bagian dari proses evaluasi.
Sementara itu, hasil evaluasi juga menunjukkan adanya desa yang masih membutuhkan perhatian dan pembinaan lebih lanjut. Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, memperoleh nilai 0 pada Monev Tahap I. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan dan pemenuhan berbagai aspek yang menjadi indikator Desa Antikorupsi.
"Monev tidak semata-mata dimaksudkan untuk memberikan penilaian, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kendala, memberikan rekomendasi perbaikan, serta mendorong pemerintah desa agar terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Dengan demikian, setiap desa diharapkan dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, serta pencegahan terhadap potensi korupsi", jelas Mayrizal, Inspektur Pembantu Bidang Khusus.
Melalui pelaksanaan Monev Desa Antikorupsi Tahap I, Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten terus mendorong agar nilai-nilai integritas dapat diterapkan secara nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Hasil monitoring menjadi dasar untuk melakukan pembinaan dan perbaikan berkelanjutan menuju terwujudnya desa yang semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas.
What's Your Reaction?




