Dari Hal Sederhana, TP PKK Klaten Diajak Bangun Budaya Antikorupsi
Klaten, 11 Agustus 2026 – Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Korupsi dengan mengangkat tema “Peran TP PKK dalam Upaya Pencegahan Korupsi dan Penanaman Nilai Integritas”. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Wanita Kabupaten Klaten tersebut diikuti oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pencegahan korupsi sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas mulai dari lingkungan keluarga. Melalui peran strategis TP PKK, nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian diharapkan dapat semakin kuat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua TP PKK Kabupaten Klaten, Ibu Fahrani Hamenang, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan praktik yang melibatkan uang dalam jumlah besar. Menurutnya, perilaku tidak jujur yang dianggap sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi celah munculnya tindakan koruptif.
“Korupsi tidak selalu berbicara mengenai uang ratusan juta, miliaran, bahkan triliunan rupiah. Nilai integritas justru perlu dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika menemukan uang di saku celana suami saat mencuci dan kemudian tidak menyampaikannya kepada yang bersangkutan. Hal-hal kecil seperti ini perlu kita sadari sebagai bagian dari pentingnya membangun kejujuran dan integritas dalam keluarga,” pesannya.
Ia menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan yang berintegritas. Keteladanan orang tua dalam bersikap jujur dan bertanggung jawab diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi yang memiliki budaya antikorupsi.
Dalam kesempatan tersebut, Mayrizal, selaku Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten, memberikan materi mengenai korupsi dan gratifikasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian korupsi, berbagai bentuk dan perilaku yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi, serta pentingnya mengenali dan mencegah gratifikasi.
Sosialisasi juga menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya pemerintah. Lingkungan keluarga menjadi salah satu ruang penting dalam menanamkan nilai integritas melalui keteladanan, pembiasaan perilaku jujur, serta keberanian untuk menolak berbagai bentuk penyimpangan.
Melalui kegiatan tersebut, Inspektorat Daerah Kabupaten Klaten berharap TP PKK dapat semakin aktif menjadi penggerak budaya integritas di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pencegahan korupsi diharapkan tidak hanya dipahami sebagai upaya penindakan terhadap pelanggaran, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari kebiasaan sederhana dan dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
What's Your Reaction?




